Pintu: bukan dengan makna sebenarnya.

Dipenghujung tahun ini, aku menyadari banyak hal. Salah satunya yaitu tentang nasib sebuah ‘pintu di persimpangan jalan’. Pintu yang beberapa saat lalu kuharapkan terbuka lebar, ahh,, kini tertutup rapat. Barangkali memang tidak akan seperti dulu lagi, saat sebuah pintu baru begitu mudahnya terbuka dan menyambutku. Kini pintu-pintu itu begitu menantang, seperti menguji kesabaranku. Bagaimanapun itu, akan segera kupastikan satu pintu terbuka untukku.

About Nur Fatah Sururi

Blog pribadi milik Nur Fatah Sururi

Posted on 2014/12/26, in Catatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: